Pages

Wednesday, July 25, 2012

Museum SMB II, Gado-Gado Palembang


Pernah mencermati gambar di lembar uang Rp 10 ribuan? Kalau pernah, harusnya Anda tahu siapakah sosok pada gambar di atas. Sosok itu adalah Sultan Mahmud Badaruddin II, pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam selama dua periode (1803-1813, 1818-1821).

Di postingan kali ini saya tidak akan membahas sejarah Palembang maupun SMB II. Saya hanya berniat mengulas Museum SMB II, salah satu wisata yang berdiri di atas bangunan Benteng Koto Lama (Kuto Tengkurokato Kuto Batu) dimana Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) memerintah.

Di sini, kita bisa mengetahui semua hal tentang Palembang. Mulai dari pakaian adat, sejarah, hingga kuliner. Jangan bayangkan pempek, pindang, model, ataupun tekwan disajikan rapi di sebuah meja makan ya. Kita cuma bisa ngiler melihat gambar makanan-makanan itu tadi dipigura dengan begitu rapi, bersanding dengan resep bumbu-bumbunya (Hehe).

museum tampak depan




Di museum ini juga terdapat banyak peninggalan sejarah. Ingat pelajaran sejarah saat kelas IV SD atau kelas 1 SMP? Seingat saya, pelajaran sejarah saat itu membahas mengenai kerajaan-kerajaan di Indonesia yang ujung-ujungnya harus ngafalin nama-nama prasasti juga. Saya hanya ingat satu jenis prasasti (hehe), yaitu prasasti kedukan bukit. Tololnya, saya baru tahu kalau prasasti itu ditemukan di Palembang setelah mendapatinya di museum ini (Hehe). Selain prasasti kedukan bukit, ada juga peninggalan sejarah berupa prasasti telaga batu, arca awalokiteswara, sampai naskah-naskah kuno.

prasasti talang tuo
songket euy songket! motifnya keren tapi sayang pasti mahal harganya

Kalau gambar di atas tepat ini adalah kain songket. Keren banget detail motifnya. Tapi ya karena kualitas sebanding dengan harga, jangan heran kalau untuk satu kain songket harganya bisa sampai jutaan rupiah. Suatu hari kalau saya sudah berpenghasilan sendiri, mungkin baru bisa beli (Hehe)

Sayangnya, saat saya berkunjung ke sana sekitar pukul 09.00 di Hari Minggu, museum ini masih sangat sepi. Padahal masih dalam masa-masa liburan sekolah. Saya malah jadi pengunjung pertama. Tiket masuknya juga cukup murah, hanya Rp 2000. Padahal kalau di Surabaya, Museum Tugu Pahlawan sudah sangat ramai. Apa mungkin karena museum ini kurang menarik minat warga Palembang sendiri ya? Entahlah.

No comments:

Post a Comment