Pages

Friday, March 23, 2012

Kepura-puraan


Dunia ini isinya bermacam-macam karena memang demikian yang Tuhan ciptakan. Tak terkecuali manusia, yang pada kodratnya sifatnya pun beragam. Manusia, sebagai makhluk yang dinamis, pasti berubah. Ia dituntut menjelma sesuai zamannya masing-masing. Perubahan itulah yang kadang kala kurang bijak disikapi.

Dulu, kebutuhan manusia bisa dikatakan cukup sederhana. Sementara kalau dibandingkan dengan era sekarang, tentulah bukan ukurannya lagi. Gadget mahal, mobil, internet, rekreasi, sudah menjadi kebutuhan yang dimutlakkan ada. Tak bisa dipungkiri memang, di setiap pergeseran zaman memang memiliki trennya masing-masing.

Pernah saya melihat akun facebook beberapa teman. Gaya hidupnya sekarang sudah sangat ibukota, sering clubbing, punya hoby fotografi sampai jalan-jalan ke luar negeri. Ratusan foto tak ketinggalan turut diunggah mengikuti statusnya,seolah ingin menunjukkan “Yeah, this is my style!”

Fenomena seperti itu hanyalah satu di antara sekian banyak indikasi macam-macam isi dunia. Apa yang tengah ‘in’ bisa dipastikan dikuti secara jamaah, seolah menjadi pembenaran bagi siapa pun yang terbawa arus. Yang tidak ikut-ikutan pun hanya bisa menonton apatis, merasa tidak perlu bertanggung jawab.

K H M Cholil Bisri dalam buku berjudul Menuju Ketenangan Batin menulis, dunia saat ini adalah dunia yang dipoles. Setiap orang bisa menunjukkan apa yang yang ingin ditunjukkannya. Citra, demikian mudah ia dibentuk sesuai kepentingan dan keinginan. Hendak jadi wakil rakyat, berbondong-bondong orang rajin berderma dan menunculkan diri sebagai pahlawan di masyarakat. Setelah mendapatkan jabatan, mendadak lupa dengan janjinya kepada tukang becak, penjual sayur di pasar, pasien rumah sakit yang tidak mampu, dan anak-anak putus sekolah.

Kepura-puraan itu menjamur di mana-mana. Di ruang kelas, di kantor pajak, di gedung-gedung wakil rakyat, di rumah, di masjid, di pasar. Wabahnya tak terbendung karena akarnya berasal dari diri sendiri. Ya, akarnya tak lain adalah penyakit hati. Na’uzu billahi min zalik. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

No comments:

Post a Comment