Pages

Sunday, November 20, 2011

Commited to You



Commited to You, setahu saya adalah slogan Telkom. Saya pribadi bukanlah pengguna setia provider milik pemerintah tersebut. Bahkan saat saya beruntung mendapatkan handphone CDMA Flexi dari Ibu Hesti Nugraheni, Kepala Telkom Jakarta Selatan, saya tidak menggunakan produknya. Kok bisa? Jelas saja, handphone-nya dipakai kakak saya, hehehe. Jadi, Commited  to You-nya buat kakak saya dong.

Anyway, berbicara soal commited. Belakangan saya jadi suka mengaitkannya dengan istilah komitmen. Rekan-rekan saya bahkan bisa dibuat galau sampai frustasi setengah mati karena urusan ini. Wooooaaaa, superb dah si komitmen ini. Hebatnya lagi, commit ini nggak cuma nyangkut-nyangkut urusan profesional. Bahkan urusan personal pun jadi.  Mit, commit! tak pandang bulu rupanya engkau.

Saya tiba-tiba teringat status 'Commited to You'-nya pasangan baru yang tak lain merupakan senior saya. Dari tiga kata itu saja, sudah memicu banyak persepsi mengenai komitmen. Mereka adalah pasangan baru jadian dan dibuai aramsa (*penulisan asmara versi #psikologedan). Itu salah satu kasus untuk urusan hati. Kalau urusan profesional lain lagi.

Saat itu saya hanya duduk di belakang. Melihat, mengamati teman-teman 2010 yang di depan serasa dieksekusi oleh berbagai pertanyaan kawan-kawan kabinet. Argumen, pendapat, komitmen, semua diumbar. Mirip politisi ngomong di depan publik. Kadang kala optimis, kadangkala realistis, kadang pula merasa pesimis. Jadi teringat setahun lalu, saat saya harus duduk di kursi itu juga, terhujani bertubi-tubi oleh pertanyaan, ditanyai komitmen a hingga z, saya menjawabnya dengan yakin, terbawa arus, dan ikut-ikut membual juga. Ah, bullshit sekali. Menunjuk diri sendiri. Bedanya, mereka menghadapi reviewer lebih banyak dan dalam skala lebih kecil. Banyak pertanyaan yang mengarah ke hal-hal teknis. Jawabannya? bisa abstrak, bisa jadi oke.

Entahlah, akankah screening akan jadi formalitas atau  benar-benar screening. Kita buktikan saat mereka benar-benar masuk dalam tim. Satu tahun dapatkah mereka survive? Mungkin memang harus menunggu.

Itu tadi yang urusan profesional. Sebenarnya masih ada lagi yang ingin saya kisahkan, tapi sudah keburu lelah menulis. Maklum, baru pulang dari kampus jam 11 malam.

Dear Mit, commit!! Semoga ke depan bisa bersahabat denganmu ya, baik untuk urusan profesional maupun urusan aramsa:D

2 comments:

  1. "...semua akan terasa indah pada saatnya..."
    #statusrancu

    eits, apakah itu nama sy yg dicatut menjadi edan? wakaka

    ReplyDelete
  2. betul betul betul....
    selamat! itu 100% nama Anda! hahahaaha

    ReplyDelete